Ketahanan nasional adalah bagian penting yang harus dimiliki oleh suatu negara. Sebuah negara dapat bertahan dan memiliki kestabilan disebabkan adanya strategi untuk mempertahankan diri. Termasuk dalam mencegah usaha diserang oleh bangsa lain, baik secara politik, budaya hingga militer. Agar Sedulur bisa lebih paham terkait ketahanan nasional, dalam kesempatan kali ini, kita akan bersama-sama bahas apa itu ketahanan nasional, termasuk pengertian, fungsi, asas, ciri dan tujuannya. Tanpa harus berlama-lama. Yuk, mari langsung saja kita simak penjelasannya di bawah ini. BACA JUGA Pengertian Asesmen Nasional Beserta Tujuan & Aspeknya Apa itu ketahanan nasional? Sampoerna Academy Secara pengertian, ketahanan nasional merupakan sebuah situasi dinamis dari suatu bangsa yang berisi ketangguhan nasional dan semangan dalam menghadapi dan juga mengatasi segala macam tantangan dan juga ancaman, gangguan serta hambatan baik yang berasal dari luar ataupun dari dalam negeri. Baik segala macam tantangan, ancaman, ganggungan serta hambatan di alami secara langsung atau tidak. Namun, secara berkala pengertian ketahanan mengalami perubahan. Seperti dalam Konsepsi Ketahanan tahun 1968, yang menjelaskan bahwa ketahanan nasional adalah “Ketahanan nasional adalah sebuah keuletan dan daya tahan kita dalam menghadapi segala macam kekuatan, baik yang berasal dari luar atau dari dalam, yang langsung ataupun tidak langsung, pasti akan membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia.” Pada Konsepsi Pertahanan Nasional tahun 1969, terdapat perbaharuan terkait pengertiannya. Berikut ini perubahan pengertian dari ketahanan nasional menurut para ahli, yaitu Ketahanan nasional merupakan keuletan dan juga daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam ancaman, baik yang berasal dari luar ataupun yang berasal dari dalam, yang langsung ataupun tidak langsung akan membahayakan kelangsungan hidup Negara Indonesia. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis dari suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan dalam mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi segala macam tantangan, hambatan, ancaman, dan gangguan yang datang dari luar ataupun dari dalam, yang langsung ataupun tidak langsung akan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa, dan negara serta perjuangan nasional. Presiden Soeharto, di depan sidang DPR pada 16 Agustus 1975, menyampaikan bahwa ketahanan nasional adalah sebuah tingkat keadaan dan juga keuletan serta ketangguhan bahwa Indonesia dalam menghimpun dan juga mengarahkan kesungguhan kemampuan nasional yang ada. Sehingga hal itu merupakan kekuatan nasional yang bisa dan mampu untuk menghadapi setiap ancaman dan tantangan terhadap keutuhan ataupun kepribadian bangsa serta mempertahankan kehidupan serta kelangsungan cita-citanya. Di sisi lain, ketahanan nasional sebagai strategi juga harus diperhatikan. Kata ini juga memiliki nama lain sebagai ketahanan negara. Konsepsi ketahanan nasional Sepuluh Teratas Ancaman ketahanan nasional merupakan hal yang sangat nyata, setidaknya hal tersebut merupakan sebuah pemikiran serius dapat pemerintah untuk diperhatikan. Untuk mewujudkan ketahanan negara, dibutuhkan sebuah pedoman atau ranan untuk meningkatkan metode keuletan dan ketangguhan bangsa yang dapat meningkatkan keamanan serta kesejahteraan. Pada titik ini, konsepsi ketahanan nasional dibutuhkan. Penyelenggaraan kesejahteraan membutuhkan tingkat keamanan tertentu dan juga sebaliknya, penyelenggaraan keamanan membutuhkan tingkat kesejahteraan tertentu. Tanpa adanya kesejahteraan dan keamanan, sistem kehidupan nasional tidak akan bisa berlangsung. Sebab, pada dasarnya keduanya adalah nilai intrinsik yang ada di dalam kehidupan nasional. Kesejahteraan bisa digambarkan sebagai suatu kemampuan bangsa dalam menumbuhkan serta mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi kemakmuran bangsa secara adil dan rata. Sementara keamanan merupakan kemampuan bangsa untuk melindungi nilai nasionalnya terhadap ancaman yang berasal dari luar negeri. Ciri ketahanan negara Memenangkan Sebagai contoh ketahanan nasional, Sedulur juga harus mengetahui dengan baik apa itu ciri-ciri dari ketahanan nasional itu sendiri. Berikut ini adalah daftar dari ciri-ciri ketahanan negara, yaitu Berdasarkan pada prosedur astagatra, yaitu terdiri dari 3 faktor alami, seperti kekayaan alam, geografis, serta masyarakat dan 5 faktor kemasyarakatan, yaitu ekonomi, budaya, pertahanan, filsafat, serta ketatanegaraan, Ketahanan negara berfokus untuk mempertahankan nilai-nilai yang dianut untuk kelangsungan hidup suatu bangsa dengan pendekatan .keamanan dan kesejahteraan. Berpegang teguh pada pemahaman wawasan nasional berdasarkan cara pandang bangsa sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Ketahanan negara merupakan yang wajib bagi negara berkembang. Digunakan untuk menghadapi provokasi, rintangan, dan halangan. Astagatra atau gatra ketahanan negara merupakan dasar prosedur yang menjadi faktor penentu sebagai ciri dari ketahanan itu sendiri. Lovely Ristin Indeks ketahanan nasional merupakan ukuran bagi setiap negara untuk ukuran ketahanannya. Ukuran-ukuran tersebut berdasarkan dengan beberapa patokan. Salah satunya berdasarkan pada asas ketahanan itu sendiri, Berikut ini beberapa hal yang menjadi asas dari ketahanan, yaitu 1. Asas kesejahteraan dan ketentraman Pertama adalah asas kesejahteraan dan kententraman yang wajib dipenuhi oleh pemerintah kepada warga negaranya. Dua aspek tersebut merupakan asas penting bagi kehidupan nasional dan wajib dipertahankan dalam waktu yang lama. Dua aspek tersebut dapat dipisahkan dan saling mempengaruhi satu sama lain. 2. Asas koprehensif integral Ini merupakan asas yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat. Beberapa aspek yang berkaitan dengan asas ini adalah berkaitan dengan kehidupan dari setiap masyarakatnya, yaitu harmonis, terpadu, seimbang, selaran dan serasi. 3. Asas kekeluargaan Terdapat juga asas kekeluargaan, yang berarti setiap masyarakat atau warga negara harus memiliki sikap dan jiwa yang adil, memiliki solidaritas tinggi, hidup bergotong royong, bertoleransi, dan tanggung jawab kepada sesama warga negara. Dengan begitu, asas kekeluargaan dapat terwujud dengan baik. Tujuan ketahanan nasional Polipundit Tanpa perlu diuraikan lebih jelas, Sedulur mungkin bisa memahami apa tujuan yang ingin dicapai dengan ketahanan nasional. Tujuannya jelas, yaitu untuk terwujudnya ketahanan negara itu sendiri. Hal ini juga diperjelas dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar, disampaikan bahwa ketahanan negara yang diwujudkan oleh pemerintah bertujuan untuk menjaga bahasa dan seluruh masyarakat Indonesia agar dapat mencapai ketentraman umum, berkehidupan bangsa, serta mengerjakan disiplin dunia dengan dasar kemerdekaan, pemufakatan, dan keadilan sosial. Sifat ketahanan negara Deposit Photos Adapun sifat dari ketahanan nasional yang perlu dipikirkan dan diwujudkan oleh pemerintah dan setiap masyarakat di Indonesia yaitu sebagai berikut Mandiri Ketahanan nasional harus percaya pada kemampuan negara, dengan prinsip ini sebuah negara tidak akan mudah bergantung pada negara lain dan dapat berdiri sendiri serta dapat berjalan secara mandiri. Prinsip ini bertumpu pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian juga merupakan suatu syarat untuk dapat bertahan dalam perkembangan dunia di tengah arus globalisasi. Dinamis Ketahanan negara akan selalu berubah secara dinamis, mengikuti perkembangan zaman dan kondisi serta situasi bangsa. Maka dari itu, seyogyanya ketahanan nasional harus berorientasi pada perkembangan bangsa di masa depan agar selalu siap menghadapi perubahan. Manunggal Ketahanan negara haurus dapat mewujudkan sebuah kesatuan yang seimbang, di antara setiap aspek bernegara lainnya. Wibawa Negara juga harus berwibawa, yaitu dengan meningkatkan kualitasnya agar dapat menjadi pertimbangan dan perhitungan negara lainnya. Konsultatif Ketahanan negara juga harus bersifat konsultatif, yaitu harus dapat menjadi sulusi bagi permasalahan yang ada. Ketahanan negara menuntut pemerintah untuk mengedepankan sikap-sikap non-konfrontatif dan non-provokatif. Unsur ketahanan nasional Deposit Photos Salah satu indeks atau ukuran dari ketahanan nasional adalah unsur ketahanan itu sendiri. Hal ini menjadi sangat penting, karena ketahanan negara tidak akan terwujud tanpa adanya unsur-unsur yang menjadi bagian penting agar terwujudnya ketahanan. Adapun unsur dari ketahanan negara adalah sebagai berikut 1. Ketahanan pancagatra Deposit Photos Unsur pertama adalah ketahanan pancagatra. Pancagatra sederhananya yaitu aspek kehidupan yang berdasarkan pada hubungan antara manusia dengan tuhan, manusia dengan sesama, manusia dengan alamnya, serta manusia dengan dirinya sendiri. Atas dasar itu, ada lima aspek yang bisa digunakan untuk mengembangkan kekuatan nasional ketika dihadapkan dengan ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. 2. Ketahanan aspek ideologi Deposit Photos Unsur kedua dalam ketahanan negara adalah aspek ideologi. Ideologi ini merupakan filsafat hidup yang digunakan sebagai pedoman dalam mempertahankan kelangsungan hidup bangsa. Filsafat itu juga digunakan sebagai suatu dasar untuk mencapai tujuan atau cita-cita nasional. Fungsi ketahanan nasional Deposit Photos Secara umum, ketahanan nasional memiliki dua fungsi. Fungsi tersebut adalah sebagai berikut Sebagai daya tangkal. Sebagai pengarah. Sebagai pedoman. Sebagai daya tangkal berarti dapat menangkal berbagai hal yang mengancam itegritas dan identitas bangsa. Sebagai pengarah bertujuan untuk mengarahkan kehidupan berbangsa agar lebih tertib dan terjaga. Sebagai pedoman yaitu untuk mempersatukan pola pikir, pola tindak dan cara kerja di antara setiap aspek kehidupan. Pengaruh ketahanan nasional dalam kehidupan bernegara Lazada Terdapat beberapa pengaruh dari ketahanan nasional yang dapat diwujudkan dalam kehidupan bernegara. Pengaruh tersebut dapat terlihat dari beberapa sudut pandang. Utamanya dalam menangkal segala pengaruh buruk yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari sebuah tindakan dan ideologi yang dianggap tidak sesuai dengan kehidupan bangsa dan masyarakat Indonesia. Sebagai pemerintah yang menyelenggarakan negara. Ketahanan negara berfungsi untuk menangkal dan mencegah hal tersebut. Contoh lain harus menertibkan keamanan dan kedamaian dunia, yaitu harus dapat mencegah terjadi separatisme yang mengancam persatuan dan kesatuan. BACA JUGA Pengertian Identitas Nasional Beserta Jenis, Contoh & Faktornya Contoh ketahanan nasional Deposit Photos Berikut ini yang menjadi contoh dari ketahanan negara dalam kehidupan sehari-hari. Contoh-contoh tersebut dapat Sedulur lihat dalam beberapa contoh di aspek di bawah ini, yaitu 1. Penegakan hukum Contoh ketahanan nasional pertama dapat kita lihat dalam penegakan hukum. Penegakan hukum terjadi untuk mengantisipasi dan melawan ancaman yang terjadi di, terutama yang terjadi di dalam negeri. Dengan adanya penegakan hukum, ketahanan negara dapat terwujud dengan baik. 2. Pendidikan karakter Pendidikan karakter, terutama bagi generasi muda dibutuhkan untuk dapat mewujudkan ketahanan negara di masa depan dalam jangka waktu yang panjang. Dengan adanya karakter yang kuat bagi setiap generasi muda, dapat menghadapi arus modernisasi dan globaliasai dengan baik. Sehingga hal tersebu tidak akan menganggu ketahanan nasional. 3. Keamanan lingkungan Keamanan lingkungan merupakan hal yang sederhana dan menjadi perhatian utama dalam ketahanan nasional. Hal tersebut dapat terlihat dalam level lingkungan paling kecil, yaitu dalam lingkungan RT atau RW. Dengan lingkungan yang paling sederhana, hal tersebut dapat mencegah potensi gangguan dan ancaman untuk pertahanan nasional itu sendiri. Ini juga sekaligus sebagai penyaring agar ketahanan negara dapat terwujud dengan baik. Nah itulah penjelasan lengkap terkait ketahanan nasional, mulai dari pengertian, jenis, fungsi tujuan serta bagaimana manfaat dan dampak dengan adanya ketahanan nasional. Semoga dengan penjelasan di atas, Sedulur bisa menjadi lebih tahu dan ikut menjaga ketahanan negara , minimal dalam lingkungan terdekat Sedulur. Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? Aplikasi Super solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat Aplikasi Super. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.
1 Asas Manfaat dan Efesiensi Pemeliharaan yang dilakukan harus efesien dan memberikan manfaat yang optimal bagi perusahaan dan karyawan.Pemeliharaan ini hendaknya meningkatkan prestasi kerja, keamanan, kesehatan, dan loyalitas karyawan dalam mencapai tujuan.Asas ini harus deprogram dengan baik supaya tidak sia-sia. 2. Asas Kebutuhan dan KepuasanWawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia terhadap diri dan tanah airnya sendiri, sebagai Negara Kepulauan dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional dalam berbagai dimensi kehidupan. Pengertian di atas berdasarkan pendapat Sumarsono dalam Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 203 yang mengungkapkan bahwa Wawasan Nusantara pada dasarnya ialah cara pandang terhadap bangsa sendiri. Selanjutnya, untuk memastikan kesahihan definisi atau pengertian Wawasan Nusantara, berikut adalah beberapa pengertian Wawasan Nusantara menurut para ahli. Secara terminologi, pengertian Wawasan Nusantara menurut para ahli yang dikumpulkan oleh Tim Kemdikbud 2017, hlm. 205 adalah sebagai berikut. Menurut Prof. Wan Usman, Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Dalam GBHN 1998, Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurut kelompok kerja Wawasan Nusantara untuk diusulkan menjadi Tap. MPR, yang dibuat Lemhannas tahun 1999, Wawasan Nusantara adalah “Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.” Etimologi Wawasan Nusantara Sementara itu, secara etimologis atau berdasarkan asal-usul katanya, Wawasan Nusantara berasal dari kata “wawasan” dan “nusantara”. Wawasan berasal dari kata “wawas” bahasa Jawa yang berarti pandangan, tinjauan, dan penglihatan indrawi. Jadi, wawasan adalah pandangan, tinjauan, penglihatan, tanggap indrawi. Sementara itu, Nusantara berasal dari kata “nusa” dan “antara”. “Nusa” artinya pulau atau kesatuan kepulauan. “Antara” artinya menunjukkan letak antara dua unsur. Dengan demikian, Nusantara adalah kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia, dan dua samudra, yaitu samudra Hindia dan Pasifik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa arti Wawasan Nusantara adalah cara melihat atau memandang secara utuh kepulauan yang terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia serta dua samudra, yaitu samudra Hindia dan Pasifik yang tak lain adalah Indonesia. Hakikat Wawasan Nusantara Hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 205. Artinya, setiap warga masyarakat dan aparatur negara harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bersama dari bangsa dan negara Indonesia. Bahkan, bukan hanya warga dan aparatur negara saja yang harus bersikap dan bertindak secara utuh demi kepentingan bersama. Akan tetapi produk yang dihasilkan oleh berbagai lembaga Negara juga harus dalam lingkup kebersamaan dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia tanpa menghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan, dan perorangan. Perihal ini juga dibahas dalam GBHN yang menyebutkan bahwa hakikat Wawasan Nusantara diwujudkan dengan menyatakan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Asas Wawasan Nusantara Menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 206 Asas Wawasan Nusantara adalah ketentuan dan kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara serta senantiasa diciptakan dan diterapkan agar pembentuk bangsa Indonesia tetap setia dan taat terhadap kesepakatan bersama. Asas-asas Wawasan Nusantara tersebut adalah sebagai berikut. Kepentingan yang sama Kepentingan dan tujuan kita semua sama, yakni tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik dari sebelumnya. Keadilan Yakni kesesuaian dan kesetaraan pembagian hasil dengan adil, jerih payah, dan kegiatan baik perorangan, golongan, kelompok maupun daerah. Kejujuran Jujur berarti berani berpikir, bersikap, berkata, dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengarnya. Solidaritas Diperlukan rasa senasib, mau memberi, dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing. Kerja sama Dibutuhkan adanya koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok, baik kelompok kecil maupun besar dapat mencapai sinergi yang lebih baik. Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama Kesepakatan yang dimaksud adalah kesepakatan untuk menjadi bangsa dan mendirikan negara Indonesia yang dimulai, dicetuskan, dan dirintis oleh Boedi Oetomo Tahun 1908, Sumpah Pemuda Tahun 1928, dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Jika berbagai asas Wawasan Nusantara di atas diabaikan, komponen pembentuk kesepakatan bersama akan melanggar kesepakatan bersama tersebut yang berarti tercerai berainya bangsa dan negara Indonesia. Mengapa kita perlu menerapkan asas tersebut untuk menjaga keutuhan bangsa? Berikut adalah jawaban dan penjelasannya. Fungsi Wawasan Nusantara Wawasan nusantara sangat penting untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan cinta keanekaragaman dalam prinsip yang membuat kita memiliki satu pandangan, yakni memandang bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam pertahanan dan keamanan. Selain itu, dalam Tim Kemdikbud 2017, hlm. 208 F\fungsi wawasan nusantara adalah sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kedudukan Wawasan Nusantara Wawasan Nusantara bagi bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat Indonesia agar tidak terjadi penyesatan atau penyimpangan dalam upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian, kedudukan Wawasan Nusantara adalah ajaran dan landasan visional dalam menyelenggarakan kehidupan nasional agar cita-cita dan tujuan nasional bangsa terwujud. Tujuan Wawasan Nusantara Tujuan wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu, kelompok golongan, suku bangsa atau daerah Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 209. Berbagai kepentingan tersebut tetap dihormati, diakui, dan dipenuhi selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat. Nasionalisme yang tinggi di segala bidang merupakan ciri dari makin meningkatnya rasa, paham, dan semangat kebangsaan dalam jiwa bangsa Indonesia sebagai hasil pemahaman dan penghayatan Wawasan Nusantara demi tercapainya tujuan nasional. Aspek Trigatra dan Pancagatra dalam Wawasan Nusantara Wawasan nusantara merupakan suatu konsep dalam cara pandang dan pengaturan yang mencakup segenap kehidupan bangsa yang dinamakan astagatra, yang meliputi aspek alamiah trigatra dan aspek sosial pancagatra. Berikut adalah pemaparan dari astagrata dan pancagatra. Aspek Trigatra dalam Wawasan Nusantara Dalam buku PPKN yang disusun oleh Tim Kemdikbud 2017, hlm. 212 di jelaskan aspek trigatra dalam wawasan nusantara meliputi posisi dan lokasi geografis negara, keadaan dan kekayaan alam, dan keadaan dan kemampuan penduduk. Berikut adalah uraian dari masing-masing aspek trigatra menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 212-213. Lokasi Geografis Negara Indonesia merupakan suatu wilayah kepulauan yang terdiri dari daerah perairan dengan ribuan pulau-pulau di dalamnya. Letak negara kepulauan archipelago terletak antara Benua Asia di sebelah utara dan Benua Australia di sebelah selatan serta Samudra Indonesia di sebelah barat dan Samudra Pasifik di sebelah timur. Keadaan dan Kekayaan Alam Negara Indonesia mempunyai sumber-sumber mineral yang meliputi bahan-bahan galian, mineral, flora, fauna, biji-bijian maupun bahan-bahan galian industri di samping sumber-sumber tenaga lain. Sifat untuk kekayaan alam adalah jumlahnya yang terbatas dan penyebarannya tidak merata. Sehingga menimbulkan ketergantungan dari dan oleh negara dan bangsa lain. Bentuk sumber daya alam ada 2, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui. Oleh karena itu, sumber daya alam harus diolah atau dimanfaatkan dengan berprinsip atau asas maksimal, lestari, dan berdaya saing. Asas maksimal, yang artinya sumber daya alam yang dikelola atau dimanfaatkan harus benar-benar menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Asas lestari, yakni pengolahan sumber daya alam tidak boleh menimbulkan kerusakan lingkungan, menjaga keseimbangan alam. Asas berdaya saing, yang berarti hasil-hasil sumber daya alam harus bisa bersaing dengan sumber daya alam negara lain. Keadaan dan Kemampuan Penduduk Penduduk adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah. Adapun faktor penduduk yang mempengaruhi ketahanan nasional adalah sebagai berikut. Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya. Sisi positif dari pertambahan penduduk adalah penambahan angkatan kerja man power dan tenaga kerja labour force. Negatifnya, apabila pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi, maka kualitas kehidupan penduduk akan memburuk. Faktor yang Mempengaruhi Komposisi Penduduk Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan, dan sebagainya. Susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan migrasi. Faktor yang Mempengaruhi Distribusi Penduduk Distribusi atau penyebaran penduduk yang ideal adalah distribusi yang memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan, yakni penyebaran yang merata. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan kebijakan yang mengatur penyebaran penduduk, misalnya dengan cara transmigrasi, mendirikan pusat-pusat pengembangan growth centers, pusat industri, dsb. Aspek Pancagatra dalam Wawasan Nusantara Dalam buku PPKN yang disusun oleh Tim Kemdikbud 2017, hlm. 212 di jelaskan aspek pancagatra dalam wawasan nusantara adalah aspek sosial kemasyarakatan terdiri dari ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan Ipoleksosbudhankam. Berikut adalah pemaparan aspek-aspek Pancagatra menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 215-218. Ideologi Ideologi suatu negara diartikan sebagai guiding of principles atau prinsip yang dijadikan dasar bimbingan suatu bangsa. Ideologi juga dapat diartikan sebagai pengetahuan dasar atau cita-cita. Ideologi merupakan konsep mendalam mengenai kehidupan yang didambakan serta diperjuangkan dalam kehidupan nyata. Dalam memperjuangkan ideologi, berikut adalah prinsip-prinsip strategi pembinaan ideologi yang harus diperhatikan. Ideologi harus diaktualisasikan dalam bidang kenegaraan oleh WNI. Sebagai perekat pemersatu, ideologi harus ditanamkan pada seluruh WNI. Ideologi harus dijadikan panglima, bukan sebaliknya. Aktualisasi ideologi dikembangkan kearah keterbukaan dan kedinamisan. Ideologi Pancasila mengakui keaneragaman dalam hidup berbangsa dan dijadikan alat untuk menyejahterakan dan mempersatukan masyarakat. Kalangan elit eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus harus mewujudkan cita-cita bangsa dengan melaksanakan GBHN dengan mengedepankan kepentingan bangsa. Menyosialisasikan kepada seluruh warga Indonesia bahwa Pancasila adalah ideologi humanis, religius, demokratis, nasionalis, dan berkeadilan. Politik Politik diartikan sebagai asas, haluan, atau kebijaksanaan yang digunakan untuk mencapai tujuan dan kekuasaan. Kehidupan politik dapat dibagi ke dalam dua sektor yaitu sektor masyarakat yang memberikan masukan input dan sektor pemerintah yang berfungsi sebagai keluaran output. Upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan ketahanan di bidang politik adalah upaya mencari keseimbangan dan keserasian antara keluaran dan masukan berdasarkan Pancasila yang merupakan pencerminan dari demokrasi Pancasila. Ekonomi Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola faktor produksi dan distribusi barang dan jasa untuk kesejahteraan rakyat. Upaya meningkatkan ketahanan ekonomi adalah upaya meningkatkan kapasitas produksi dan kelancaran barang dan jasa secara merata ke seluruh wilayah negara. Upaya untuk menciptakan ketahanan ekonomi adalah melalui sistem ekonomi yang diarahkan untuk kemakmuran rakyat. Ekonomi kerakyatan harus menghindari free fight liberalism, etatisme, dan tidak membenarkan adanya monopoli. Sosial Budaya Dalam hal ini, sosial budaya dapat diartikan sebagai kondisi dinamika budaya bangsa yang berisi keuletan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi ancaman, tantangan, halangan, dan gangguan ATHG. Ketahanan budaya merupakan pengembangan sosial budaya di mana setiap warga masyarakat dapat mengembangkan kemampuan pribadi dengan segenap potensinya berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Pertahanan dan Keamanan Ketahanan di bidang keamanan adalah ketangguhan suatu bangsa dalam upaya bela negara, di mana seluruh IPOLEKSOSBUDHANKAM disusun, dikerahkan secara terpimpin, terintegrasi, terorganisasi untuk menjamin terselenggaranya Sistem Ketahananan Nasional. Prinsip-prinsip Sistem Ketahanan Nasional antara lain adalah sebagai berikut. Bangsa Indonesia cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan. Pertahanan keamanan berlandasan pada landasan ideal Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional wawasan nusantara. Pertahanan keamanan negara merupakan upaya terpadu yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional. Pertahanan dan keamanan diselenggarakan dengan sistem pertahanan dan keamanan nasional Sishankamnas dan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta Sishankamrata. Hubungan Antargatra Antara trigatra dan pancagatra serta antargatra terdapat hubungan timbal balik erat yang dinamakan korelasi dan interdependensi yang artinya adalah sebagai berikut. Ketahanan nasional pada hakikatnya bergantung kepada kemampuan bangsa dan negara di dalam mendayagunakan secara optimal gatra alamiah trigatra sebagai modal dasar untuk penciptaan kondisi dinamis yang merupakan kekuatan dalam penyelenggaraan kehidupan nasional pancagatra. Secara holistik, pengertian ketahanan nasional adalah suatu tatanan yang utuh, menyeluruh dan terpadu, di mana terdapat saling hubungan antar gatra di dalam keseluruhan kehidupan nasional astagatra. Kelemahan di salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan di gatra lain dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan sebaliknya kekuatan dari salah satu atau beberapa gatra dapat didayagunakan untuk memperkuat gatra lainnya yang lemah, dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan. Ketahanan nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya, melainkan suatu resultante keterkaitan yang integratif dari kondisi-kondisi dinamik kehidupan bangsa di bidang-bidang ideologi, politik, ekonomi, social budaya, pertahanan dan keamanan. Peran Serta Warga Negara Mendukung Implementasi Wawasan Kebangsaan Warga Negara dapat mendukung dan berperan serta dalam Implementasi Wawasan Nusantara yang senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh dengan cara sebagai berikut. Mendukung persatuan bangsa. Berkemanusiaan yang adil dan beradab. Mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan individu atau golongan. Mendukung upaya untuk mewujudkan suatu keadilan sosial dalam masyarakat. Mempunyai kemampuan berfikir, bersikap rasional, dan dinamis, berpandangan luas sebagai intelektual. Mempunyai wawasan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk membela negara yang dilandasi oleh rasa cinta tanah air. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Memanfaatkan secara aktif ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, berbangsa dan bernegara. Mewujudkan kepentingan nasional. Memelihara dan memperbaiki demokrasi. Mengembangkan IPTEK yang dilandasi iman dan takwa. Menciptakan kerukunan umat beragama. Memiliki informasi dan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan. Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar. Merubah budaya negatif yang dapat menciptakan perselisihan. Mengembangkan kehidupan masyarakat menuju ke arah yang lebih baik. Memelihara nilai-nilai positif hidup rukun, gotong-royong, dll dalam masyarakat. Referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.